Latest Entries »

Psikologi Kesehatan

Nama:Aisyah Maya Resi Utary
Nim:14.08.1497  E/KM/III

Bunuh Diri pada Mahasiswa ternyata Lebih Umum
Senin, 19 Januari, 2009 oleh Arli Aditya Parikesit

Kasus bunuh diri sering menghiasi media masa kita. Bunuh diri atau percobaan bunuh diri karena himpitan faktor sosio-ekonomi menjadi berita yang sering kita dengar atau lihat. Namun, bagaimanakah prevalensi bunuh diri di negara lain, terutama di negara maju? Mari kita bandingkan dengan survei mengenai bunuh diri di Amerika Serikat.
ScienceDaily (Ag. 19, 2008). Lebih dari setengah populasi mahasiswa berjumlah 26.000 dari 70 perguruan tinggi Amerika Serikat yang menyelesaikan survei mengenai pengalaman bunuh diri, telah melaporkan bahwa mereka pernah memikirkan untuk bunuh diri, paling tidak sekali dalam hidup mereka. Lebih jauh, 15 persen dari mahasiswa yang disurvei telah memikirkan secara serius untuk bunuh diri, dan lebih dari 5 persen pernah melakukan percobaan bunuh diri paling tidak sekali dalam hidup mereka.
Dalam sebuah presentasi pada Konvensi tahunan asosiasi psikologi amerika ke 116, psikologis David J Drum dan asisten autor dari Universitas Texas di Austin melaporkan penemuan mereka.Survei tersebut direview oleh direktur bimbingan penyuluhan kampus yang berpartisipasi, juga oleh dua orang pakar psikologi bunuh diri.
Enam persen dari mahasiswa S1 dan 4 persen dari mahasiswa S2 dilaporkan secara serius mempertimbangkan bunuh diri dalam rentang waktu 12 bulan sebelum menjawab survei. Oleh karena itu, para peneliti menemukan, bahwa pada perguruan tinggi dengan rata-rata mahasiswa S1 berjumlah 18.000, sebanyak 1.080 mahasiswa akan secara serius memikirkan untuk bunuh diri paling tidak sekali dalam setahun. Sekitar dua pertiga dari mereka yang memikirkan untuk bunuh diri akan melakukannya lebih dari sekali dalam periode 12 bulan.
Mayoritas mahasiswa menjelaskan episode tipikal pemikiran bunuh diri sebagai sesuatu yang intens dan singkat, dengan lebih dari setengah episode tersebut hanya berlangsung sehari atau lebih sebentar. Peneliti menemukan, bahwa untuk berbagai alasan, lebih dari setengah mahasiswa yang mengalami krisis bunuh diri tidak mencari pertolongan profesional atau memberitahu siapapun mengenai pemikiran mereka.
Alasan
Baik mahasiswa S1 dan S2 memberikan alasan berikut sebagai landasan pemikiran bunuh diri mereka, dalam urutan:
(1) Menginginkan untuk menghilangkan sakit secara fisis dan emosional
(2) Masalah dengan hubungan cinta
(3) Hasrat untuk mengakhiri hidup mereka
(4) Masalah dengan sekolah atau akademis
Sebanyakl 14 persen dari mahasiswa S1 dan 8 persen dari mahasiswa S2 yang secara serius mempertimbangkan untuk bunuh diri dalam 12 bulan sebelumnya, akhirnya melakukan upaya bunuh diri. 19 persen dari mahasiswa S1 dan 28 persen dari mahasiswa S2 yang mencoba bunuh dri memerlukan pertolongan medis. Setengah dari yang mencoba meminum obat dalam dosis berlebih sebagai metode mereka, demikian kata pengarang.

·    Analisa:
Dilihat dari kasus di atas,bahwa yang menjadi masalah bisa dipicu karena laju emosi tidak terkontrol.Dan bisa terjadi karena mental mereka terganggu,tidak mampu memperlihatkan kematangan emosional,kemampuan menerima realita,kesenangan hidup bersama orang lain,dan tidak memiliki filsafat/pegangan hidup.
Sebenarnya tanpa bunuh diripun mereka mampu bertahan hidup,hanya saja emosi sesaatnya tersebutlah yang menjadikan mereka berpikiran sempit untuk menghadapi dunia.Perilaku inilah yang disebut abnormal,yaitu perilaku akut yang bersifat sementara,yang terjadi akibat peristiwa yang menyebabkan stres berat.Stres mungkin merupakan satu-satunya gejala abnormalitas,perilaku individu tidak tampak oleh orang yang awam. Dengan meningkatnya stres pada mahasiswa dan berkurangnya sumber daya untuk mengatasi konsekuensi tersebut, pencegahan bunuh diri memerlukan berbagai seksi dari personel kampus, pemimpin mahasiswa, penasihat, dosen, mahasiswa, dan tidak hanya melibatkan mahasiswa tersebut dan beberapa psikolog saja.Ini akan mengurangi presentasi dari mahasiswa yang terlibat pada pemikiran bunuh diri, atau yang akan melakukan tindakan untuk itu.
Ada beberapa hal yang bisa mereka terapkan agar kasus bunuh diri ini tidak teru menerus berlanjut.Misalnya belajar melatih bagaimanakah mental yang sehat.
Sesuai pendapat dari Karl Menninger,yaitu:
1.    Sikap terhadap diri sendiri
Menghadapi setiap kejadian untuk diambil nilai positifnya,agar tidak terjadi pikiran bagi diri sendiri.
2.    Persepsi atau realitas
Proses pemahaman atas suatu informasi yang dicerna sebaik mungkin agar tidak timbul hal yang tidak diinginkan karena beda persepsi antar yang di maksud dengan tujuan yang sebenarnya.
3.    Kelemahan
Menghadapi strees dengan toleransi yang baik.
4.    Kompetensi
Perkembangan untuk menanggulangi emosional untuk menghadapi masalah kehidupan.
5.    Otonomi
Keyakinan diri sendiri akan hal yang baik.
6.    Aktualisasi diri/pertumbuhan
Kepuasan terhadap pribadi.
Cara yang terbaik untuk mencegah terkena penyakit mental adalah belajar untuk menyayangi diri sendiri.Kalau kita sudah sayang dengan diri kita sendiri maka otomastis kesehatan mental kita juga akan dalam kondisi prima.

 

Aroma harum dan wewangian adalah makanan jiwa,dan jiwa merupakan penggerak bagi seluruh kekuatan tubuh.Wewangian membersihkan otak,jantung dan organ-organ dalam serta memberikan kebahagiaan bagi hati dan jiwa.Wewangian juga obat yang sangat baik serta zat bagi jiwa.ada hubungan erat antara jiwa yang sehat dengan wewangian.Inilah sebabnya mengapa wewangian termasuk yang paling disukai did dunia ini oleh orang paling suci dari semua manusia,yaitu Rasulullah SAW.

 

Imam bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan bahwa ,

“Rasulullah SAW tidak pernah menolak wewangian yang di hadiahkan kepadanya.”

Imam muslim juga dalam Shahihnya meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

 

“Siapa saja yang diberi wewangian,hendaknya jangan menolak,karena mudah untuk memakainya dan memiliki bau harum.”

 

Abu dawud dan Nasa’I dalam sunahnya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

”Barang siapa diberi minyak wangi,hendaklah ia tidak menolaknya,karena ringan bobotnya dan harum baunya.”

 

Dalam Musnad Al-Bazzar,dari nabi diriwayatkan bahwa beliau bersabda,

“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan,Maha Bersih dan menyukai kebersihan,Maha mulia dan menyukai kemuliaan,Maha Pemurah dan menyukai kemurahan.Bersihkan teras dan halaman rumah kalian,jangan menyerupai orang-orang yahudi yang biasa menyimpan akba(sampah) di rumah-rumah mereka.”

 

Para malaikat menyukai wewangian,sedangkan setan membencinya.Bau yang paling disukai oleh setan-setan adalah bau busuk.sementara jiwa-jiwa yang baik menyukai bau-bau yang harum.setiap jiwa condong panda bau yang serasi dan layak menerima apa yang ia sukai.Lelaki-lelaki jahat cocok bagi wanita-wanita jahat.Sedangkan lelaki yng baik cocok untuk wanita yang baik dan sebaliknya.

Sumber: Praktek Kedokteran Nabi

Marilah memulai hidup kita dengan keinginan untuk memberi.Entah itu untuk keluarga ataupun orang lain.Mulailah dari hal yang kita anggap tidak berguna,seperti mengumpulkan uang receh yang mungkin sisa kembalian belanja dll.Ketika kita bertemu dengan pengemis atau peminta-minta,kita bisa memberikannya kepada mereka.Ga peduli bagaimana pendapat kita tentang kemalasan,kebodohan,kemiskinan dan lain sebagainya tentang mereka.Tak perlu banyak berpikir,segera berikan pada mereka meski hanya beberapa keping saja.
Mungkin ada perasaan kesal ataupun jengkel dalam hati kita.Solusinya yaitu tekanlah perasaan kita seiring dengan pemberian kita yang tidak seberapa tadi.
Bukankah tidak ada seorangpun yang ingin memurukkan dirinya menjadi seorang pengemis?
Maka ingat,kita sedang berlatih memberi dengan jumlah yang tiada berarti.Sesudahnya kita rasakan saja,kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan kita.Dan sesuatu itu bernama kasih sayang.
Kita harus menyadari,memberi sesuatu kepada keluarga ataupun orang lain bagaikan menyingkirkan batu besar yang menghambat arus sungai.Batu adalah kepentingan yang berpusat dalam diri,dan arus sungai adalah rasa kasih sayang terhadap diri kita dan orang lain.
Dengan hanya memberi saja kita dapat membuat hati menjadi nyaman.Dan sebagai orang yang beriman,kita ingat akan janji Allah swt.dalam firmannya,
“Hendaklah orang yang mampu.ia memberi nafkah menurut kemampuannya.Dan orang yang disempitkan rezekinya.hendaklah memberi nafkah dari harta yang Alloh berikan kepadanya.Alloh tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar)apa yang Alloh berikan kepadanya.Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS.ath-Tholaq {65}:7)
Kita juga ingat akan kata bijak ini, “Janganlah kita bertanya apa yang kita terima dari orang lain,tapi bertanyalah apa yang telah kita berikan pada orang lain.”

Di sisi lain kita tanggalkan prasangka-prasangka,karena prasangka adalah suatu jawaban yang kita tidak tahu apa pertanyaannya.Hidup adalah memberi dan menerima.Meski kita tidak menerima dari orang yang kita tolong,tapi percayalah kita akan menerima dari yang lain.Maka tiada alasan lagi bagi kita untuk memberikan sesuatu meskipun itu sedikit.

“Kebahagiaan tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain.Namun,bilamana anda tidak mencoba membantu sesama,kebahagiaan akan layu dan mengering.Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman ,harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi.” (J.Donald Walters)

Maka lakukanlah semua kebaikan yang dapat kita lakukan ,dengan segala kemampuan kita,dengan semua cara yang kita bisa ,di segala tempat ,setiap saat ,kepada semua orang ,selama kita bisa.

Jangan sampai kita menjadi manusia yang tidak bahagia karena tidak mau membuka mata hati.Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri sendiri.Percayalah kita kepada janji Alloh,dan bersyukur kepada-Nya,bahwa Alloh akan memberikan yang terbaik sesuai apa yang kita usahakan,tak perlu berkeras hati.Alloh akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan,meskipun bukan hari ini.

Jadi tunggu apa lagi?Berilah tanpa pertimbangan pada orang yang kita tahu bahwa mereka membutuhkan.Karena suatu saat kita juga akan membutuhkan orang lain.Benarlah,bahwa kemurahan yang mendatangkan kebahagiaan bukan terletak di tangan,melainkan di hati….(Aisyah Maya)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.