Marilah memulai hidup kita dengan keinginan untuk memberi.Entah itu untuk keluarga ataupun orang lain.Mulailah dari hal yang kita anggap tidak berguna,seperti mengumpulkan uang receh yang mungkin sisa kembalian belanja dll.Ketika kita bertemu dengan pengemis atau peminta-minta,kita bisa memberikannya kepada mereka.Ga peduli bagaimana pendapat kita tentang kemalasan,kebodohan,kemiskinan dan lain sebagainya tentang mereka.Tak perlu banyak berpikir,segera berikan pada mereka meski hanya beberapa keping saja.
Mungkin ada perasaan kesal ataupun jengkel dalam hati kita.Solusinya yaitu tekanlah perasaan kita seiring dengan pemberian kita yang tidak seberapa tadi.
Bukankah tidak ada seorangpun yang ingin memurukkan dirinya menjadi seorang pengemis?
Maka ingat,kita sedang berlatih memberi dengan jumlah yang tiada berarti.Sesudahnya kita rasakan saja,kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan kita.Dan sesuatu itu bernama kasih sayang.
Kita harus menyadari,memberi sesuatu kepada keluarga ataupun orang lain bagaikan menyingkirkan batu besar yang menghambat arus sungai.Batu adalah kepentingan yang berpusat dalam diri,dan arus sungai adalah rasa kasih sayang terhadap diri kita dan orang lain.
Dengan hanya memberi saja kita dapat membuat hati menjadi nyaman.Dan sebagai orang yang beriman,kita ingat akan janji Allah swt.dalam firmannya,
“Hendaklah orang yang mampu.ia memberi nafkah menurut kemampuannya.Dan orang yang disempitkan rezekinya.hendaklah memberi nafkah dari harta yang Alloh berikan kepadanya.Alloh tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar)apa yang Alloh berikan kepadanya.Alloh kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS.ath-Tholaq {65}:7)
Kita juga ingat akan kata bijak ini, “Janganlah kita bertanya apa yang kita terima dari orang lain,tapi bertanyalah apa yang telah kita berikan pada orang lain.”

Di sisi lain kita tanggalkan prasangka-prasangka,karena prasangka adalah suatu jawaban yang kita tidak tahu apa pertanyaannya.Hidup adalah memberi dan menerima.Meski kita tidak menerima dari orang yang kita tolong,tapi percayalah kita akan menerima dari yang lain.Maka tiada alasan lagi bagi kita untuk memberikan sesuatu meskipun itu sedikit.

“Kebahagiaan tumbuh berkembang manakala anda membantu orang lain.Namun,bilamana anda tidak mencoba membantu sesama,kebahagiaan akan layu dan mengering.Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman ,harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi.” (J.Donald Walters)

Maka lakukanlah semua kebaikan yang dapat kita lakukan ,dengan segala kemampuan kita,dengan semua cara yang kita bisa ,di segala tempat ,setiap saat ,kepada semua orang ,selama kita bisa.

Jangan sampai kita menjadi manusia yang tidak bahagia karena tidak mau membuka mata hati.Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri sendiri.Percayalah kita kepada janji Alloh,dan bersyukur kepada-Nya,bahwa Alloh akan memberikan yang terbaik sesuai apa yang kita usahakan,tak perlu berkeras hati.Alloh akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan,meskipun bukan hari ini.

Jadi tunggu apa lagi?Berilah tanpa pertimbangan pada orang yang kita tahu bahwa mereka membutuhkan.Karena suatu saat kita juga akan membutuhkan orang lain.Benarlah,bahwa kemurahan yang mendatangkan kebahagiaan bukan terletak di tangan,melainkan di hati….(Aisyah Maya)